Selasa, 02 September 2014

Di detik-detik akhir kepemimpinannya, SBY penuhi janji untuk Pulau Mansinam

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) didampingi Ibu Negara, Ani Yudhoyono tiba di pulau Mansinam, kabupaten Manokwari - Papua Barat, Minggu pagi (24/8/2014). Di pulau ini, presiden SBY dijadwalkan meresmikan situs perkabaran Injil berupa patung Yesus Kristus setinggi 30 meter.



Sebelumnya pada tahun 2009 lalu, presiden telah berkunjung ke pulau Mansinam. Saat itu, beliau berjanji akan membantu pembangunan situs perkabaran Injil ini dengan harapan agar pulau Mansinam ini menjadi daerah tujuan wisata religi, juga untuk mengenalkan nilai-nilai sejarah religi pada masyarakat Papua.


Peresmian situs perkabaran Injil patung Yesus Kristus itu tampak dihadiri antara lain oleh : Menteri Perekonomian - Chairul Tanjung, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif - ibu Marie Elka Pangestu, Juru Bicara Kepresidenan - Julian Aldrin Pasha, serta Staff Khusus Bidang Pembangunan Otonomi Daerah - Velix Wanggai.

Selamat atas peresmian patung Yesus Kristus di tanah Papua oleh Presiden Republik Indonesia. Semoga kehadiran situs perkabaran Injil ini dapat bermanfaat baik bagi masyarakat Papua serta seluruh bangsa Indonesia maupun para wisatawan yang berkunjung ke Indonesia, khususnya ke tanah Papua.

Sabtu, 09 Agustus 2014

Lumen Dei’s BBQ Party

31 Juli 2014, PDOMPKK (Persekutuan Doa Orang Muda Pembaharuan Katolik)- Lumen Dei mengadakan barbeque party. Acara ini diadakan dalam rangka mengisi libur lebaran ditahun ini. BBQ party ini juga bertujuan untuk mengeratkan kebersamaan diantara keluarga besar Lumen Dei. Acara yang diadakan pukul 16.00-22.00 ini bertempat di Cluster Harmony - Harapan Indah, dibuka dengan ucapan syukur kepada Tuhan yang telah memperlancar persiapan sampai akhirnya acara ini dapat dijalankan. Setelah mengucap syukur para tim dapur langsung saja bergegas untuk mempersiapkan makanan yang akan disajikan di BBQ party tersebut.


Makanan yang disajikan di acara ini cukup banyak dan melimpah, ada menu ayam bakar, sosis bakar, bakso bakar, ikan bakar dan makanan ringan lainnya. Bukan hanya itu, dalam BBQ party ini juga menyediakan minuman yang menambah kesegaran di acara tersebut, minuman itu diberi nama peppermint tea.

Seiring berlangsungnya acara, sambil menunggu makanan siap disajikan kami bermain, bercanda, bernyanyi, bahkan berjoget-joget diiringi alunan lagu rohani dangdut yang membuat kami terus bersemangat mengikuti acara tersebut. Kami sangat dipenuhi dengan sukacita yang berkelimpahan. Tidak lupa dalam rangka mengenang acara ini telah disediakan karton yang digunakan untuk memberikan pesan kesan dan tanda tangan yang akan diisi oleh siapa saja yang berpartisipasi dalam kegiatan BBQ party tersebut.


Waktu menunjukan pukul 22.00, kami menutup acara BBQ party ini. Semua yang berpartisipasi mulai bergegas membersihkan dan merapikan tempat tersebut. Setelah semuanya selesai kami semua pulang ke rumah kami masing-masing dengan perut kenyang dan hati yang gembira.


Welmin Angelia – St. Albertus Agung
Kata Kunci : BBQ party, Lumen Dei, St. Albertus Agung

Rabu, 23 Juli 2014

Rekoleksi Keluarga Wilayah Santa Regina Pacis - Stasi Harapan Indah

“Istana yang paling indah adalah keluarga, mutiara tiada tara adalah keluarga.”
Sepenggal lirik lagu sebuah sinetron berjudul “Keluarga Cemara” ini memiliki makna dalam kehidupan. Peran keluarga sangat penting dalam pembinaan dan pertumbuhan hidup setiap manusia. Begitu pun dalam kehidupan menggereja, Gereja yang tumbuh dan berkembang berawal dari keluarga, pendidikan dan penanaman iman Katolik pun juga berawal dari dalam keluarga.

Menyadari betapa pentingnya kebersamaan dan kekompakan dalam keluarga, maka OMK Sta. Regina Pacis berinisiatif untuk mengadakan Rekoleksi Keluarga yang dipanitiai oleh OMK Sta. Regina Pacis sendiri, dengan mengajak para orang tua beserta anak-anaknya untuk ikut dalam kegiatan ini.


Setelah sekian bulan mempersiapkan segala sesuatunya dengan berbagai macam cara, akhirnya kegiatan ini pun terlaksana. Dengan jumlah peserta 102 orang, rombongan berangkat sabtu pagi menggunakan 2 bus. Rekoleksi ini dilaksanakan di Villa Nisita, Cibodas, Jawa Barat tanggal 28-29 Juni 2014. Tujuan rekoleksi ini adalah untuk lebih mengompakkan seluruh anggota keluarga, terutama keluarga-keluarga di wilayah Sta. Regina Pacis agar lebih akrab dan saling mengenal satu sama lain.

Acara dibuka oleh koordinator Wilayah dan ketua OMK, dilanjutkan dengan penayangan film dokumentasi para OMK tentang pencarian dana. Setelah itu  kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian tanggapan dari koordinator OMK serta wakil dari orang tua yang disampaikan oleh Bapak Horison, Ibu Yulita Widodo dan Ibu Nong. Seusai makan malam, mulailah sesi pertama yaitu acara perkenalan keluarga. Peserta diajak untuk memperkenalkan anggota keluarga mereka  masing-masing. Suasana begitu meriah dan seru, apalagi saat orang-orang mulai berguyon, itulah saat-saat yang paling memecahkan suasana.

Sebelum ibadat malam ada selingan games yaitu Samson and Lyla. Permainan ini dimainkan bersama, mulai dari anak-anak sampai orang tua, dan yang kalah mendapat sanksi dengan dicoret menggunakan bedak. Selanjutnya, ibadat malam itu dilangsungkan kurang lebih 30 menit, dipimpin oleh Bapak Triyono. Kemudian acara malam keakraban, yaitu api unggun, bakar jagung, dan bernyanyi bersama. Suasana malam yang dingin menjadi tidak begitu terasa karena kehangatan yang kami ciptakan bersama. 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Keesokan paginya semua peserta berkumpul di halaman villa untuk senam pagi, semua aktif dan kompak mengikuti gerakan yang dipimpin oleh para OMK. Usai olahraga, semua beristirahat sejenak dan menikmati sarapan pagi. Acara dilanjutkan dengan games, diantaranya style, tupai, joget melipat, joget balon, dan kursi basah. Peserta yang aktif pada setiap acara terutama games, dan selalu menang pada setiap games, akan mendapatkan poin. Poin ini berlaku untuk semua peserta, dan yang mendapat poin paling banyak akan mendapat hadiah berbeda dari yang lainnya di akhir acara. Saat pembagian hadiah, setiap anak mendapatkan bingkisan, dan untuk pemenang mendapatkan hadiah.

Rekoleksi keluarga ditutup dengan misa yang dipimpin oleh Pastor Jonam Sipayung, OFM. Setelah makan siang bersama, rombongan berfoto bersama dengan Pastor Johnam. Setelah itu rombongan meninggalkan Villa Nisita untuk pulang kembali ke Harapan Indah dengan sukacita.



OMK Regina Pacis - St. Albertus Agung
Kata Kunci : rekoleksi, wilayah, keluarga, OMK

SEMINAR NAPZA: “KAWAN ATAU LAWAN”

Satu lagi kegiatan seminar yang diadakan Paroki Ibu Teresa Cikarang (PITC). Kali ini temanya yaitu “NAPZA: KAWAN ATAU LAWAN”. Acara yang berlangsung di Sekolah Pangudi Luhur - Kota Delta Mas hari Minggu, 29 Juni 2014 ini diselenggarakan oleh OMK (Orang Muda Katolik) PITC. Kegiatan ini dapat terselenggara karena adanya kerjasama dengan FPP (Forum Pelayanan Penjara) Dekenat Bekasi. Oleh karena itu, peserta dalam seminar ini melibatkan 7 paroki dan satu stasi dari Dekenat Bekasi.

Tema yang diangkat dalam seminar kali ini sangat relevan dengan kaum muda, atau dalam lingkup Gereja lebih dikenal dengan sebutan OMK. Namun tak hanya penting bagi kaum muda, hal ini juga patut menjadi perhatian semua orang. Jadi tidak salah jika segmentasi peserta seminar ini adalah semua golongan usia.


Berhubungan dengan NAPZA (Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif), pembicara yang diundang adalah yang berkompeten dalam bidangnya. Pembicara pertama yaitu Dr. Lukas Jusuf, Ketua Dokter Katolik Se-Indonesia. Beliau merupakan perwakilan dari FPP Keuskupan Agung Jakarta (KAJ). Sedangkan pembicara kedua adalah seorang yang pernah terlibat langsung dengan Napza sendiri. Beliau adalah bapak Vito, yang bekerja sebagai konselor BNN (Badan Nasional Narkotika) di Sukabumi. 

Seminar yang berlangsung pukul 10.00-14.00 WIB ini mengupas tentang apa itu Napza, bahaya narkoba, dan cara pencegahan Napza. Pada intinya seminar ini membahas tentang pengenalan bahaya narkoba terhadap kehidupan manusia dan cara mencegah atau menghindari bahaya penggunaan narkoba. Semakin menarik karena seminar ini melibatkan para peserta langsung dengan pembicara seminar sehingga bisa bertanya-jawab tentang narkoba dan seluk beluknya. Ditambah lagi dengan adanya hiburan-hiburan yang membuat peserta menjadi lebih fresh, seperti acoustic band, modern dance, maupun games. Untuk lebih menggugah perhatian peserta, panitia juga membagikan doorprize bagi siapa saja yang dapat memberikan pertanyaan paling menarik dalam sesi tanya jawab dengan pembicara.


Relevansi dan pesan yang diberikan oleh pembicara seminar kali ini yaitu kita diajak untuk bersatu dan melawan budaya negatif. Bagi kaum muda khususnya yang masih mencari jati diri -bahasa gaulnya ababil-, harus selalu care dengan lingkungan sekitar dan menjauhkan diri dari aktifitas-aktifitas yang negatif. Dari segi ini peran serta orang tua adalah vital, agar anak-anak tetap tumbuh dan berkembang sesuai dengan porsinya. Pesan spritual yang disampaikan dalam seminar ini yakni: "Manusia merupakan citra Allah, maka hendaknya manusia menjaga dirinya sendiri untuk mencapai keselamatan. Keselamatan itu dapat diperoleh dengan hukum kasih, dan kita hendaknya mengasihi diri kita sendiri dengan tidak menggunakan narkoba yang merusak tubuh kita." 

Hidup Sehat dan Sukses? Jauhilah Narkoba!! 

Dian Pramono - PITC
Kata Kunci : seminar, napza, kaum muda

Senin, 14 Juli 2014

Indonesia - Calon Pemimpin VS Kebutuhan Negara

Indonesia adalah negara demokrasi terbesar. Nah, pencarian pemimpin di negara besar ini selain menimbulkan euforia dalam negeri juga menarik perhatian dunia. Bagaimana negara ini menjadi contoh demokrasi untuk negara-negara lain dengan prinsip yang sama. Tulisan ini saya beri judul CALON PEMIMPIN VS KEBUTUHAN NEGARA.


Pilpres kali ini menghadirkan 2 calon pemimpin yang berbeda karakter. Capres no. 1, memiliki kepribadian tegas, cinta tanah air, menjunjung kedaulatan negara, namun pembawaan otoriter khas orde baru masih terasa. Capres no. 2, memiliki kepribadian tenang, merakyat, juga populer, namun terasa belum cukup mumpuni dalam hal kenegaraan.

Apa yang dibutuhkan negara ini? Indonesia membutuhkan pemimpin yang negarawan, pluralis, dan berani. Negarawan adalah seorang yang membaktikan dirinya kepada nusa dan bangsa dengan tulus dan tanpa pamrih, tidak mengejar kepentingan dan ambisi pribadi ataupun golongan. Visi mereka sangat jelas tentang bagaimana dan ke mana negara dan rakyatnya harus melangkah. Negarawan biasanya seorang penulis gagasan yang andal dan orator yang ulung.

Negara ini butuh orang-orang seperti Gajah Mada, Soekarno, Soeharto, Abdurahman Wahid, M. Hatta, Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Try Sutrisno, M. Jusuf Kalla, HOS Cokroaminoto, Tan Malaka, M. Natsir, Sjahrir, M. Roem, dll. Dengan segala kapasitas dan kapabilitas mereka telah menjadi catatan sejarah bagi bangsa ini.

Semoga celebration atas lahirnya pemimpin baru tidak hanya menjadi euforia sesaat, tapi juga menjadi celebration selama lima tahun ke depan, dan jangka panjang untuk bangsa ini. Dan semoga sang pemimpin bisa membawa nama Indonesia bersinar di mata dunia.

@yohandsup
dari berbagai sumber

Menjadi SAHABAT POSITIF! melalui Katekese Gaya Baru

Hari Sabtu, 21 Juni 2014 lalu diadakan sosialisasi Katekese Gaya Baru KAJ yang bertempat di hotel Grand Cemara, Menteng – Jakarta Pusat. Sosialisasi diikuti oleh perwakilan KOMSOS masing-masing Paroki di seluruh Keuskupan Agung Jakarta.


Dilatarbelakangi keprihatinan Bapak Uskup dengan banyaknya pemberitaan dan aura-aura negatif yang tersebar di masyarakat sekarang ini, Keuskupan Agung Jakarta melalui Komisi KOMSOS KAJ membentuk sebuah kepanitiaan yang disebut SAHABAT POSITIF! Untuk meluncurkan sebuah bentuk katekese gaya baru.

SAHABAT POSITIF! sendiri terbentuk dengan harapan agar makin banyak yang tergerak untuk bergabung serta mensosialisasikan gerakan ini dan diharapkan nantinya bukan hanya terjadi di lingkungan Gereja Katolik saja, namun juga di lingkungan sekuler. Tujuan utamanya adalah untuk mengajak bangsa Indonesia membawa hal-hal positif dan berpikir positif dalam kehidupan sehari-hari.

Tema besar yang diangkat oleh SAHABAT POSITIF! adalah “MENGHORMATI KEHIDUPAN DAN MENGHARGAI MARTABAT MANUSIA”. Tema ini diambil karena SAHABAT POSITIF! Melihat bahwa di zaman sekarang ini, ada begitu banyak kasus diskriminasi dan kekerasan yang telah melampaui batas keprihatinan. Parahnya, alasan-alasan terjadinya pelecehan, penganiayaan, dan pembunuhan tersebut sering kali begitu sederhana yang mencerminkan betapa tidak berharganya sebuah nyawa.

Ketua Umum Panitia SAHABAT POSITIF!, Rm. Steve Winarto menjelaskan bahwasanya pada awalnya manusia terlahir dari kasih, namun lalu kemudian dikuasai oleh banyaknya permasalahan dunia seperti kemiskinan, kebodohan, kekerasan dalam rumah tangga, sakit, depresi, dan kesepian sehingga kemudian manusia tidak lagi memiliki rasa saling mengasihi.

Saat melihat sesama sedang dirundung masalah, biasanya kita akan mengalami salah satu dari empat reaksi ini; Tidak peduli, bersyukur karena kita punya kehidupan yang lebih baik dari mereka, sedih memikirkan nasib mereka, ataupun yang terakhir adalah tergerak untuk mengurangi penderitaan mereka. Poin keempat inilah yang ingin di angkat oleh SAHABAT POSITIF! Agar kedepannya kita tidak lagi bertanya-tanya why it could happen melainkan What can I do as an action? “Karena kita sama-sama dari tanah, sama-sama manusia, tidak sepantasnyalah kita saling menghakimi,”  jelas Rm. Steve.

Tidak lagi cukup untuk bersyukur dan bersedih. Sekarang saatnya untuk BERAKSI. Mari kita mengungkapkan syukur dengan menjadikan teman-teman kita yang dipandang negatif memiliki hidup yang lebih baik serta mengangkat harkat dan martabat mereka sebagai manusia. “Spectre homini admirabilius” atau “Tidak ada yang lebih berharga selain penghormatan terhadap manusia”.

Lalu apa sebenarnya katekese gaya baru itu sendiri? Tanpa menghilangkan gaya-gaya lama dalam berkatekese—seperti khotbah dan bernyanyi—yang sudah terbukti keberhasilannya, katekese gaya baru sebenernya mau mengajak banyak orang untuk melakukan pewartaan dengan menggunakan kemajuan teknologi komunikasi , multimedia, dan pelbagai sarana lainnya. Cara berkatekese inilah yang terus dikembangkan di Keuskupan Agung Jakarta, sebagai sebuah keharusan di tengah dunia digital dan manusia modern yang tak lagi berbatas ruang dan waktu, ingin serba cepat dan instan.


Berikut ini adalah aktivitas-aktivitas awal yang dirancang oleh SAHABAT POSITIF! Yang sudah beranggotakan 150 orang dan akan semakin bertambah ini;
1. Menerbitkan Art-Novel dengan judul “POSITIF! NADA UNTUK ASA” yang ditulis oleh novelis best seller: ITA SEMBIRING. Awal dicetak 10.000 copy dan sudah habis terjual lebih dari 3000 copy saat dilaunching di Paroki St. Yakobus, Kelapa Gading tanggal 14 – 15 Juni kemarin. Akan diedarkan di seluruh wilayah KAJ dan berikutnya akan bekerjasama dengan KOMPAS GRAMEDIA untuk disebar-luaskan keseluruh Indonesia. Buku ini bersifat general alias tidak dikhususkan untuk kalangan gereja saja, sehingga diharapkan melalui jutaan copy yang beredar dapat semakin banyak orang tersadarkan untuk semakin menghormati dan menghargai martabat manusia.
2. Pementasan Drama Musikal Multimedia dengan judul yang sama di Gedung Auditorium Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Jakarta pada hari Sabtu-Minggu 20-21 September 2014 jam 19.30 yang disutradarai oleh Rm. Steve Winarto, Pr. Pementasan ini terbatas untuk kalangan sendiri.
3. Pembuatan dan Penayangan Film Layar Lebar: “POSITIF! NADA UNTUK ASA” di seluruh bioskop-bioskop di Indonesia. Sekarang dalam proses produksi bekerjasama dengan Magma Entertainment dan disutradarai oleh Charles Ghazali. Rencana edar adalah Februari 2015. “Film ini tidak menghabiskan terlalu banyak dana seperti film-film komersial lainnya, tapi kami pastikan bahwa murah bukan berarti murahan,” terang Charles Ghazali.
4. Hasil Finansial Gerakan Positif akan dimanfaatkan untuk pengembangan RS Sint Carolus yang 95 tahun lalu didirikan oleh Gereja kita, Keuskupan Agung Jakarta. RS Katolik tertua di Indonesia ini perlu banyak perbaikan agar dapat bersaing dan semakin banyak orang tidak mampu terlayani. Berdasarkan tanggung jawab sejarah itulah, setiap anggota Gereja KAJ memiliki tanggung jawab itu untuk mengembangkan RS Gereja kita, RS Sint Carolus. Gerakan Positif ini akan sekaligus menyadarkan orang Katolik akan hal ini.

Rm. Steve menjelaskan bahwa tujuan utama dari empat aktivitas tersebut adalah selain untuk membangun kesadaran dan meningkatkan wawasan khalayak untuk terus menghormati kehidupan dan menghargai martabat manusia, namun juga meningkatkan gerakan masyarakat yang “berefek domino” dengan kesadaran bahwa kita—sesuai dengan tema APP—dipilih untuk melayani dengan semangat Gembala Baik dan Murah hati. Mewujudkan dan mengembangkan katekese gaya baru yang menjawab dan mengatasi tantangan zaman dengan memanfaatkan pelbagai media dan teknologi komunikasi dengan segala kecanggihannya. Dan nantinya, apabila ada keuntungan finansial lebih, akan diberikan kepada RS. Sint Carolus sebagai bentuk untuk mengisi tahun Pelayanan 2014 Keuskupan KAJ dengan mendukung pelayanan Gereja di bidang kesehatan, untuk mewujudkan pelayanan kesehatan masyarakat yang lebih baik dan modern di Rumah Sakit Katolik Sint Carolus. Beliau sempat berceletuk, “Kalau Rumah Sakit itu untuk orang miskin, maka Rumah Sakitnya jangan jadi miskin. Karena mereka ke Rumah Sakit itu untuk berobat. Kalau Rumah Sakitnya saja tidak dapat menyediakan fasilitas yang dibutuhkan, bagaimana mereka bisa berobat?”


Cerita POSITIF! Nada untuk Asa sendiri merupakan kisah yang terinspirasi dari kisah nyata dua perempuan yang terinfeksi HIV yang sempat ditayangkan oleh Mata Najwa dengan judul “Hidup dalam Stigma. ”Isu ini dipilih bukan karena ingin menitikberatkan mengenai penyakit HIVnya, melainkan mengenai penghargaan terhadap kehidupan. Yang menarik adalah delapan tahun lalu, Sutradara Charles Ghazali sudah lebih dulu membuat script dengan ide cerita yang sama. Namun karena jalan cerita dipikir terlalu gelap, maka hanya ia simpan sendiri. Sampai akhirnya ada tayangan tersebut dan adanya gerakan dari SAHABAT POSITIF! ini, sehingga ide cerita tersebut bisa digodok bersama dengan Rm. Harry Sulistyo dan Ita Sembiring menjadi suatu naskah yang lengkap.

Untuk yang ingin bergabung atau ingin tahu lebih banyak tentang SAHABAT POSITIF! Bisa langsung datang kekantor KOMSOS KAJ di Gereja Katedral Jakarta atau melalui email di timpositif.kaj@gmail.com dan melalui website www.sahabatpositif.org yang akan segera dilaunching.
Salam Positif!
Oline-VODKA
Kata Kunci : Sahabat POSITIF!, Katekese Gaya Baru, Komsos KAJ, menghargai hidup, manusia

Misa Sayang Anak

Misa atau Perayaan Ekaristi Kudus yang biasanya diikuti oleh seluruh umat dikenal dengan istilah Misa untuk umum. Namun anak-anak yang hadir dalam Misa umum itu kadangkala dianggap sebagai gangguan. Seringkali umat merasa terusik dengan kehadiran anak-anak kecil di tengah berlangsungnya Perayaan Ekaristi. Ada yang mondar-mandir berlarian di dalam Gereja, menimbulkan bunyi-bunyian atau rengekan meminta mainan, makanan, minuman, dan lain sebagainya.

Namun lain halnya dengan Misa Anak yang diadakan hari Minggu, 6 juli 2014  lalu di Gereja Santo Arnoldus Janssen. Misa yang bertema “Tuhan Yesus Sahabatku” ini telah merubah pandangan-pandangan tersebut, karena liturgi dalam Ekaristi ini dikemas dengan sangat ciamik, meriah dan menyenangkan, tetapi tetap tidak keluar dari kaidah liturgi yang ada sehingga anak-anak dapat mengikuti Perayaan Ekaristi dengan khusyuk. Misa dipimpin oleh Pastor Stefanus Setyo Kumoro Aji, SVD, diiringi juga oleh koor anak-anak Bina Iman Remaja (BIR). Misa ini dihadiri lebih dari tujuh ratus umat (anak-anak Bina Iman dan anak-anak lainnya beserta keluarga).


Ketua panitia Misa Anak, Christina Masdarina saat diwawancarai mengatakan bahwa misa anak-anak ini ditujukan agar anak-anak menjadi lebih mandiri, yang biasanya ikut misa dengan orangtuanya, kali ini diharuskan mengikuti misa tanpa orang tuanya. Program Misa Anak ini pun diharapkan menjadi program yang berkelanjutan dan tidak berhenti sekali ini saja. Pesan yang dapat kita ambil yaitu ”Kita harus peduli terhadap anak-anak, karena merekalah penerus bangsa”

Ant.Nugros – St. Arnoldus Janssen

Kata Kunci : Misa Anak, anak-anak, Paroki Bekasi